KOMPONEN DASAR
ELEKTRONIKA
RESISTOR
Tahanan listrik pada sebuah penghantar dilambangkan dengan R dan di identifikasikan
dengan rumus : R = V/I
dimana : R = Tahanan dalam Ohm
V = Tegangan dalam Volt
I = Arus dalam Ampere
Tahanan merupakan komponen yang didesain untuk memiliki besar
tahanan tertentu dan disebut pula sebagai resistor. Resistor dikategorikan menjadi 2, yaitu :
1. Resistor linear : resistor
yang bekerja sesuai dengan hukum ohm
2. Resistor non linear :
dimana perubahan nilai karena kepekaan tertentu
a. Fotoresistor
: peka terhadap cahaya
b. Thermistor :
peka terhadap panas
c. Resistor yang
tergantung pada tegangan listrik
Resistor Linear
Simbol sirkit untuk resistor linear dan unit satuannya adalah ohm
(simbol huruf yunani omega, W). Satuan lain yang umum dipangkatkan tiga. kiloohm
(KW) 1000 ohm megaohm (MW) 1000000 ohm
simbol resistor linear dalam banyak diagram sirkit dan literatur
pabrik, koma desimal ditunjukkan oleh posisi huruf multiplier, contoh :
4700 W = 4,7 K W = 4K7
3300000 W = 3,3 M W = 3M3
6,8 W = 6R8
Selain itu digunakan suatu sistem huruf untuk menunjukkan toleransi
:
F = + 1% G = + 2% J = + 5%
K = + 10% M = + 20%
Banyak pabrik yang memproduksi berbagai macam resistor yang mungkin
terbuat dari lilitan kawat, pita, film metal, film oksida dan unsur karbon.
Persentase toleransi mempengaruhi nilai
resistor yang ada dalam batas-batas tertentu. Nilai nominal dipilih, sehingga batas-batsa
toleransi saling menyesuaikan atau tumpang tindih. Nilai nominal tersebut adalah
nilai-nilai pilihan.
1. 100W dapat menjadi 90W sampai 110W
2. 120W dapat menjadi 108W
sampai 132W
Nilai-nilai nominal itu dipilih dalam rentang 100-1000 dan kemudian
dibuat bersama - sama dalam kelipatan 10. Ukuran pilihan dalam batas toleransi
10% adalah 100,120, 150, 180, 220, 270, 330, 390, 470, 560, 680, 820.
Kerusakan yang sering terjadi
yang paling umum pada resistor adalah putusnya tahanan. Untuk menguji suatu
tahanan, tahanan tersebut dilepas terlebih dahulu dari rangkaian dan
dihubungkan ke ohmmeter. Jika tahanan masih baik maka pada ohmmmeter akan
menunjukkan sebuah nilai yang masih dalam batas toleransinya.
Tanda Warna
Secara fisik dan umum nilai resistor ditunjukkan oleh kode -kode
warna berupa gelang-gelang warna yang ada pada resistor tersebut.
KAPASITOR
Kapasitor banyak digunakan dalam sirkit elektronik dan mengerjakan
berbagai fungsi. Pada dasarnya kapasitor
meru pakan komponen penyimpan muatan listrik yang dibentuk dari dua permukaan
yang berhubungan tapi dipisahkan oleh satu penyekat. Bila elektron berpisah
dari satu plat ke plat lain akan terdapat muatan diantara kedua plat medium
penyekat tadi. Muatan ini diseb abkan oleh muatan positif pada plat yang
kehilangan elektron dan muatan negatif pada plat yang memperoleh elektron. Apabila
diantara kedua plat diberikan tegangan 1 volt maka kapasitor dapat menyimpan muatan listrik sebesar 1 coulomb,
maka kapasitas dari kapasitor tersebut adalah 1 farad. Maka besarnya kapasitansi
dapat dihitung dengan rumus :
Kapasitansi C = ( Muatan Q / Tegangan V )
Setiap Kapasitor memiliki batas tegangan yang jika dilewati akan
menyebabkan kerusakan. Batas tegangan
tersebut dinamakan breakover voltage atau working voltage, sebelum kapasitor
digunakan dalam sebuah rangkaian kita harus mengetahui tegangan tertinggi yang
mungkin terjadi pada rangkaian tersebut. Tegangan kapasitor harus melebihi
tagangan yang mungkin akan terjadi. Pengisian
Kapasitor.Kapasitor dapat diisi oleh suatu supply DC.
Ketika saklar S ditutup, tegangan Vs akan menyebabkan arus mengalir
ke dalam salah satu sisi kapasitor dan
keluar dari sisi yang lainnya, arus ini tidak tetap karena ada penyekat dielektrik sehingga arus menurun
ketika muatan pada kapasitor meninggi sampai
VC=VS ketika i=0
Pengosongan Kapasitor.Pengosongan kapasitor hampir sama dengan
pengisian, dengan dihilangkannya supply sirkuit menjadi terhubung singkat.
Ketika saklar S dibuka, arus mengalir dari salah satu sisi kapasitor
yang mengandung muatan listrik ke sisi
yang lainnya. Ketika VC menjadi nol maka arus juga menghilang. Kalau
dihubungkan dengan sirkuit ac (bolak-balik), kapasitor akan terisi oleh tegangan
searah dan kemudian menutup aliran arus selanjutnya, serta kapasitor akan
terisi dan kosong secara kontinyu dan arus bolak -balik mengalir dalam sirkuit.
INDUKTOR
Bentuk dasar sebuah induktor adalah kawat yang dililitkan menjadi
sebuah koil jika terdapat arus yang mengalir pada induktor maka akan terbentuk medan magnet, jika arus
tersebut berubah maka medan
magnet tersebut akan berubah pula. Jika arus meningkat maka medan magnet juga akan meningkat. Perubahan medan magnet ini akan menginduksi suatu tegangan pada
koil. Hal ini terjadi karena suatu sifat
yang disebut dengan induksi diri atau
sering disebut dengan induktansi.
Induktasi adalah ukuran kemampuan sebuah induktor untuk
membangkitkan suatu
tegangan induksi sebagai akibat dari perubahan arus yang mengalir
pada induktor.
Induktor dapat menyimpan energi di dalam medan magnet yang dihasilkan oleh arus. Induktor dibuat dalam berbagai bentuk dan
ukuran. Induktor dapat menyimpan energi
di dalam medan
magnet yang dihasilkan oleh arus.
Besar energi dinyatakan dengan rumus : W = ½.L.I
dimana : W = energi dalam Joule
L = induktansi dalam Henry
I = arus dalam Ampere
Pengujian Induktor
Kerusakan yang sering terjadi adalah putus.Untuk menguji induktor,
kedua ujungnya dihubungkan dengan
ohmmeter. Jika induktor putus maka jarum penunjuk ohmmeter tidak akan bergerak atau menunjukkan nilai tak
terhingga. Jika induktor masih bagus akan
menunjukkan nilai tertentu tergantung dengan jumlah lilitan yang ada pada induktor tersebut. Terkadang jika induktor terlalu panas sehingga
pelindung lilitan meleleh maka satu
lilitan atau lebih akan bersentuhan keadaan ini dapat diketahui dengan melihat nilai ohmmeter cenderung mendekati
angka nol. Namum akan lebih baik jika alat ukur yang akan digunakan dalam pengujian
induktor ini adalah LC Meter karena jika hanya satu lilitan atau beberapa
lilitan ohmmeter akan menunjukkan induktor masih dalam keadaan baik.
No comments:
Post a Comment