Tuesday, December 16, 2014

Makalah Dasar Elektronika

KOMPONEN  DASAR ELEKTRONIKA

RESISTOR
Tahanan listrik pada sebuah penghantar dilambangkan dengan R dan di identifikasikan dengan rumus : R = V/I
dimana :          R = Tahanan dalam Ohm
V = Tegangan dalam Volt
I = Arus dalam Ampere
Tahanan merupakan komponen yang didesain untuk memiliki besar tahanan tertentu dan disebut pula sebagai resistor. Resistor  dikategorikan menjadi 2, yaitu :

1.  Resistor linear : resistor yang bekerja sesuai dengan hukum ohm
2.  Resistor non linear : dimana perubahan nilai karena kepekaan tertentu
a.   Fotoresistor : peka terhadap cahaya
b.  Thermistor : peka terhadap panas
c.  Resistor yang tergantung pada tegangan listrik
Resistor Linear
Simbol sirkit untuk resistor linear dan unit satuannya adalah ohm (simbol huruf yunani omega, W). Satuan lain yang umum dipangkatkan tiga. kiloohm (KW)    1000 ohm megaohm (MW)   1000000 ohm
simbol resistor linear dalam banyak diagram sirkit dan literatur pabrik, koma desimal ditunjukkan oleh posisi huruf multiplier, contoh :
4700 W = 4,7 K W  = 4K7
3300000 W = 3,3 M W  = 3M3
6,8 W = 6R8
Selain itu digunakan suatu sistem huruf untuk menunjukkan toleransi :
F = + 1%  G = + 2%  J = + 5%  K = + 10%  M = + 20%
Banyak pabrik yang memproduksi berbagai macam resistor yang mungkin terbuat dari lilitan kawat, pita, film metal, film oksida dan unsur karbon. Persentase toleransi  mempengaruhi nilai resistor yang ada dalam batas-batas tertentu. Nilai nominal dipilih, sehingga batas-batsa toleransi saling menyesuaikan atau tumpang tindih. Nilai nominal tersebut adalah nilai-nilai pilihan. 
 1.  100W dapat menjadi 90W sampai 110W
2.  120W dapat menjadi 108W sampai 132W     
Nilai-nilai nominal itu dipilih dalam rentang 100-1000 dan kemudian dibuat bersama - sama dalam kelipatan 10. Ukuran pilihan dalam batas toleransi 10% adalah 100,120, 150, 180, 220, 270, 330, 390, 470, 560, 680, 820.
 Kerusakan yang sering terjadi yang paling umum pada resistor adalah putusnya tahanan. Untuk menguji suatu tahanan, tahanan tersebut dilepas terlebih dahulu dari rangkaian dan dihubungkan ke ohmmeter. Jika tahanan masih baik maka pada ohmmmeter akan menunjukkan sebuah nilai yang masih dalam batas toleransinya.
 Tanda Warna
Secara fisik dan umum nilai resistor ditunjukkan oleh kode -kode warna berupa gelang-gelang warna yang ada pada resistor tersebut.

KAPASITOR
Kapasitor banyak digunakan dalam sirkit elektronik dan mengerjakan berbagai  fungsi. Pada dasarnya kapasitor meru pakan komponen penyimpan muatan listrik yang dibentuk dari dua permukaan yang berhubungan tapi dipisahkan oleh satu penyekat. Bila elektron berpisah dari satu plat ke plat lain akan terdapat muatan diantara kedua plat medium penyekat tadi. Muatan ini diseb abkan oleh muatan positif pada plat yang kehilangan elektron dan muatan negatif pada plat yang memperoleh elektron. Apabila diantara kedua plat diberikan tegangan 1 volt maka kapasitor dapat  menyimpan muatan listrik sebesar 1 coulomb, maka kapasitas dari  kapasitor tersebut  adalah 1 farad. Maka besarnya kapasitansi dapat dihitung dengan rumus :
 
Kapasitansi C = ( Muatan Q / Tegangan V )

Setiap Kapasitor memiliki batas tegangan yang jika dilewati akan menyebabkan  kerusakan. Batas tegangan tersebut dinamakan breakover voltage atau working voltage, sebelum kapasitor digunakan dalam sebuah rangkaian kita harus mengetahui tegangan tertinggi yang mungkin terjadi pada rangkaian tersebut. Tegangan kapasitor harus melebihi tagangan yang mungkin akan terjadi.  Pengisian Kapasitor.Kapasitor dapat diisi oleh suatu supply DC.
Ketika saklar S ditutup, tegangan Vs akan menyebabkan arus mengalir ke dalam salah  satu sisi kapasitor dan keluar dari sisi yang lainnya, arus ini tidak tetap karena ada  penyekat dielektrik sehingga arus menurun ketika muatan pada kapasitor meninggi  sampai VC=VS ketika i=0
Pengosongan Kapasitor.Pengosongan kapasitor hampir sama dengan pengisian, dengan dihilangkannya supply sirkuit menjadi terhubung singkat.
Ketika saklar S dibuka, arus mengalir dari salah satu sisi kapasitor yang mengandung  muatan listrik ke sisi yang lainnya. Ketika VC menjadi nol maka arus juga menghilang. Kalau dihubungkan dengan sirkuit ac (bolak-balik), kapasitor akan terisi oleh tegangan searah dan kemudian menutup aliran arus selanjutnya, serta kapasitor akan terisi dan kosong secara kontinyu dan arus bolak -balik mengalir dalam sirkuit.

INDUKTOR
Bentuk dasar sebuah induktor adalah kawat yang dililitkan menjadi sebuah koil jika terdapat arus yang mengalir pada induktor maka akan terbentuk medan magnet, jika  arus tersebut berubah maka medan magnet tersebut akan berubah pula. Jika arus  meningkat maka medan magnet juga akan meningkat. Perubahan medan magnet ini  akan menginduksi suatu tegangan pada koil.  Hal ini terjadi karena suatu sifat yang  disebut dengan induksi diri atau sering disebut dengan induktansi. 
Induktasi adalah ukuran kemampuan sebuah induktor untuk membangkitkan suatu
tegangan induksi sebagai akibat dari perubahan arus yang mengalir pada induktor.
Induktor dapat menyimpan energi di dalam medan magnet yang dihasilkan oleh arus.  Induktor dibuat dalam berbagai bentuk dan ukuran.  Induktor dapat menyimpan energi di dalam medan magnet yang dihasilkan oleh arus.
Besar energi dinyatakan dengan rumus :     W = ½.L.I
dimana  :  W = energi dalam Joule
L = induktansi dalam Henry
                  I = arus dalam Ampere
 Pengujian Induktor

Kerusakan yang sering terjadi adalah putus.Untuk menguji induktor, kedua ujungnya  dihubungkan dengan ohmmeter. Jika induktor putus maka jarum penunjuk ohmmeter  tidak akan bergerak atau menunjukkan nilai tak terhingga. Jika induktor masih bagus  akan menunjukkan nilai tertentu tergantung dengan jumlah lilitan yang ada pada  induktor tersebut.  Terkadang jika induktor terlalu panas sehingga pelindung lilitan  meleleh maka satu lilitan atau lebih akan bersentuhan keadaan ini dapat diketahui  dengan melihat nilai ohmmeter cenderung mendekati angka nol. Namum akan lebih baik jika alat ukur yang akan digunakan dalam pengujian induktor ini adalah LC Meter karena jika hanya satu lilitan atau beberapa lilitan ohmmeter akan menunjukkan induktor masih dalam keadaan baik. 

No comments:

Post a Comment